Kakiku gemetar kaku
Remuk tulangku menyatu pada debu
Kusampaikan padamu segumpal alu
Dalam pecahan batu oleh palu di ujung pulau
Padamu kutujukan ini untuk bertanya sesuatu
Usaha
Uang
Ummat
Ulum
Ulu hatiku mengeras di hadapanmu puan melayu
Urat sarafku melilit tiada bertemu
Utang dosaku lebur pada imanmu yang satu
Usang kepalaku terjawab oleh kepalamu yang merayu
Apakah kita akan bertemu di hulu
Pada puncak asmara yang pilu
Tanpa kelu tanpa uju
Jauhilah udu
Maka takkan pernah kita menjadi uncu
Bagi neraka dengan api yang memburu
Umi, aku merindukanmu
Umur yang berlari menggodaku untuk ragu
Utopia menarikku agar hatiku padamu tiada bertemu
Aku untukmu
Maka narasi ini kuhadapkan lagi padamu tanpa jemu
Walau kau ragu, tapi aku skali lagi rindu
Lalu kususun narasi ini saat malam yang tak pernah menunggu
Namun, tangan-tangan ukhara pasti ada diantaranya
Karena tak ada manusia sempurna
Sejak keluar dari rahim ibu
Hingga bertemu dengan teman bernama Almautu
Umi (ummu)
Ucheng mencintaimu
Ujudkan keputusanmu
Malang, 24 Januari 2010